Pages

Jumat, 05 Juni 2015

Hari 5 : Jenuh

Saus tartar dengan konsistensi. Jelaslah konsistensi bukan nama tengah saya. Saya tipe manusia yang bisa dibilang anget anget tai ayam. Bukan berarti saya bau, kecokelatan dan suka ngga sengaja keinjek orang. Saya bosenan. Semangat di awal, berapi-api di permulaan, lalu bosan kemudian dan akhirnya berakhir di tengah-tengah.

Banyak hal-hal yang saya sudahi tanpa terselesaikan karena terkontaminasi jenuh. Seperti merajut. Menulis novel. Bermain gitar. Membaca beberapa buku yang masih teronggok belum saya tuntaskan sampai sekarang.

Saya dan jiwa angot-angotan saya.

Dan sekarang, jenuh kembali datang, mencoba menginfeksi beberapa hal yang sedang coba saya jalani. Diantaranya, satu hal yang ingin saya selesaikan hingga akhir. Satu hal yang tak sudi saya matikan di tengah-tengah. Satu hal yang mulai terasa sedikit menjenuhkan, tapi pasti akan lebih memenatkan bila disudahi.

Ah, persetan dengan kejenuhan! Tak jenuhkah dia selalu datang dan datang lagi?

Rabu, 03 Juni 2015

Hari 3 : I Was Born to...

"I was born to tell you i love you.."

Kenal dengan kalimat di atas? Yak, kalimat di atas adalah penggalan dari lirik lagu Secondhand Serenade yang berjudul Your Call. Lagu itu sempet ngeheitz pada jamannya beberapa tahun yang lalu. Bahkan sampai sekarang. Terbukti dari banyaknya jumlah orang-orang yang mengcover lagu itu, entah di soundcloud, youtube, instagram, dan juga di media lainnya. Cuma di asuransi aja yang ngga, karena asuransi bisanya ngecover biaya kesehatan bukan ngecover lagu.

Banyak orang beranggapan penggalan lirik itu terdengar manis dan romantis. I was born to tell you i love you. Aku terlahir untuk menyatakan aku sayang padamu. Sadis. Rata-rata cewek yang dinyanyiin lagu itu bisa dipastikan langsung mesem-mesem girang histeris macam bocah dapet huruf N dari permen karet yosan *saus tartar, ketauan deh umurnya!*.

Bagi sebagian besar orang mungkin terdengar manis, tapi bagiku ngga. Aku ngga suka lirik itu. Apaan, lahir cuman buat ngomong i love you. Cih. Terus kalau udah ngomong i love you tujuan hidupnya selesai gitu?? Kalau udah nyatain sayang, setelah itu mau ngapain, bungee jumping dari puncak Burj Khalifa tanpa tali, hah?? Apa ya, menurutku nanggung aja gitu.. Kenapa cuman nyatain? Emang ngga mau ngehabisin sisa waktu sama-sama? Ngga mau menyambut tua bareng sambil tetep gandengan tangan berdua? Ngga mau main bola bareng bocah kecil yang rambutnya mirip kamu dan matanya mirip aku?

Jadi ketibang "i was born to tell you  love you", rasanya lebih manis kalau "i was born to spend the rest of my life and grow old with you..". 

Yeah, maybe it sounds cheesy, but hey, we love cheese!

Selasa, 02 Juni 2015

Hari 2 : Junji Ito

Kadang aku merasa diriku ini aneh. Salah satu sebabnya karena keenggananku nonton film horor tapi suka sekali baca cerita horor. Aku ngga suka dengan efek suaranya yang bikin aku waswas menebak-nebak, bakal nongol dari mana tu setan. Aku juga ngga suka dengan adegan jumpscare si setan nongol tiba-tiba yang secara refleks bikin aku jejeritan tanpa bisa aku kontrol volume suaranya. Deg-degan liat nama si dia nongol di layar hape saya suka, deg-degan liat guling loncat nongol di layar film saya ngga suka. Film hantu-hantuan yang berani aku tonton tanpa tutup mata hanya sebatas Casper.

Makanya aku sebel kalau ada film horor yang sedang hapening banget macam Conjuring waktu itu, pasti temen-temenku ribut ngajakin nonton. Aku merasa sayang keluar uang nonton bioskop cuman buat nutup mata selama satu jam lebih. Mending buat investasi di reksadana. Peduli amat lah dibilang cemen karena selalu nolak ikut, emang aku Holcim?

Beda kalau komik atau cerita. Aku merasa lebih aman. Ngga bikin kaget. Ngga bikin deg-degan. Aman di lambung. Biarpun kadang setelah baca pun ada rasa takut tertinggal, tapi kadarnya masih lebih rendah. Aku masih bisa tidur nyenyak tanpa ada bayangan seram dalam kepala. 

Akhir-akhir ini aku lagi suka sekali baca komik-komik Junji Ito. Semakin banyak komiknya yang kubaca, semakin aku dibuat takjub sama otak dibalik cerita dan gambar yang sengklek itu. Ngga ngerti lagi sama imajinasinya. Entah beliau dikasih makanan pendamping ASI apa waktu masih bayi. Ide-ide ceritanya ngga terduga. Bukan horor standar tentang gangguan arwah ngga tenang yang meninggalnya ngga wajar. Horornya out of the box. Horor aneh yang bikin perasaan ngga enak. 

Salah satu komik serinya berjudul Uzumaki. Bukan tentang bocah ninja yang badannya dimasukin sama penunggu pohon beringin rubah ekor sembilan, tapi tentang satu kota bernama Kurozu-cho yang dikutuk dengan spiral.

Tokoh utamanya seorang gadis bernama Kirie  yang punya pacar  bernama Kanan Shuichi. Cerita berawal dari Ayah Shuichi yang punya obsesi terhadap bentuk spiral. Obsesinya udah sampai tahap parah sekali, mendekati ngga waras. Jiga nu gelo kalau kata orang sunda mah. Hingga akhirnya suatu hari, Ayah Shuichi ditemukan meninggal dengan badan melingkar membentuk spiral. Namun meski ayahnya meninggal, obsesi Ayahnya dengan spiral masih tetap tertinggal, terus menghantui Shuici dan Ibunya. 

Keluarga Shuichi hanya satu cerita. Selain itu ada banyak lagi kejadian-kejadian aneh di luar akal sehat melanda kota itu, yang hampir semuanya berhubungan dengan spiral. Karena seperti yang sudah dikatakan, kota itu dikutuk oleh spiral. 


Selain komik berseri, Om Ito (wow akrab) juga bikin cerita-cerita one shot yang ngga kalah saus tartarnya. Salah satu yang menurutku paling 'ajaib' adalah The Enigma of Amigara Fault.

Cerita bermula dari gempa bumi yang mengakibatkan terbentuknya patahan bukit di gunung Amigara yang membentuk dinding. Pada dinding patahan itu, banyak terbentuk lubang-lubang yang membentuk siluet manusia sempurna. Banyak orang penasaran setelah menonton berita tentang itu di tivi dan datang untuk melihatnya sendiri, termasuk Owaki. Di sana, Owaki bertemu orang-orang yang mengaku melihat lubang yang serupa dengan bentuk tubuh mereka. Dan satu persatu, orang-orang lenyap, masuk ke dalam lubang mereka masing-masing..

Selain dua judul di atas, masih banyak lagi cerita-cerita Om Ito lainnya yang ngga kalah ajaib, macam Tomie, Gyo, Mimi's Ghost Stories, banyak lagi deh. 
Senin, 01 Juni 2015

Hari 1 : Tuhan Maha Humoris

Tuhan Maha Humoris. Dia gemar bergurau, terkadang mengatur semesta sedemikian rupa penuh kelakar untuk menggoda makhluk-Nya, mengajak bercanda. Seperti tadi contohnya. Saya sedang terburu-buru, dan entah kenapa setiap kali sedang terburu-buru justru aktivitas semesta serasa melambat dan penuh hambatan. Termasuk tadi. Kereta datang terlambat. Setibanya di stasiun pemberhentian, hujan turun. Lupa membawa payung, saya pun menerabas hujan. Naik angkot, angkotnya ngga jalan-jalan, abangnya ngetem. Setelah akhirnya jalan, mampir pom bensin untuk isi bensin.

Samar-samar saya dapat mendengar Tuhan terkekeh seraya berkata, "Rasakan! Siapa suruh terlalu bersantai-santai, lelet, dan menggampangkan waktu!"

Ah, Tuhan memang gemar bercanda..

Nb : postingan ini harusnya saya posting kemarin sebagai tulisan pertama dari tantangan menulis random setiap hari. Tapi apa daya, ketika sedang menulis ini saya terjebak hujan dan baterai ponsel saya lemah. Tak hanya baterai ponsel, baterai tubuh saya pun lemah. Maka sesampainya di rumah, jangankan melanjutkan tulisan, ngeronda keliling kampung pun saya ngga sanggup. Capek jenderal! Ah, baru hari pertama sudah gagal! Tapi tetap ingin ikutan. Jadi sebagai kompensasi, hari ini saya akan memposting dua tulisan deh!
Sabtu, 23 Mei 2015

Ya Ampun...

Hari ini kayaknya aku harus nambahin Linglung jadi nama tengah. Emma Linglung Watson Rosita Linglung Aisyah. Hari ini lumayan banyak kelinglungan yang aku lakuin.

Dimulai dari tadi pagi. Sebelum menuju kantor, aku mampir sebentar ke atm. Setelah urusan di dalam selesai (ngecek saldo, lalu mengheningkan cipta, disusul menyanyikan lagu gugur bunga dengan sendu dan syahdu setelah melihat total saldonya), aku pun keluar. Belum berapa jauh, terdengar suara seseorang memanggil-manggil "mbak, mbak!" dari belakang. Aku pun jalan terus karena barbie biasa dipanggilnya tuan puteri bukan mbak nengok. Seorang satpam setengah berlari menghampiri aku sambil mengacungkan kartu atm.

"Mbak ini lho atmnya ketinggalan!" serunya. 

Ya ampun..


Aku pun mengambil kartu atm yang disodorkan Pak Satpam sambil mengucapkan terima kasih berkali-kali. Untunglah diketemuin sama Pak Satpam yang baik hati. Dan untung juga KTP aku ngga ikut ketinggalan. Coba kalau KTP pun ketinggalan dan yang nemuin orang jahat. Bisa-bisa disalah gunain. Ngerampok bank sambil nunjukin KTP dan ngaku-ngaku jadi aku misanya biar aku yang ditangkep. Ugh, aku ngga mau masuk penjara lagi. Iya, aku sempet masuk penjara gara-gara mabok di depan umum. Tapi ngga lama, aku berhasil keluar dari penjara karena pas ngelempar dadu berhasil ngeluarin angka yang sama. Tapi setelahnya harus bayar denda ke bank. Ugh.

Kelinglungan selanjutnya terjadi setelah pulang kantor. Aku pulang siang, sekitar jam 2an. Jam-jam segitu matahari lagi dermawan-dermawannya ngasih terik panas. Pecahin telor ke aspal langsung matang. Ngejemur orang yang berpikir pendek dan main-main, pikirannya langsung matang. Panas banget lah pokoknya. Bikin haus. Maka aku berniat mampir dulu ke minimarket stasiun untuk beli minuman. Tapi niat aku urungkan setelah melihat antrian kasir yang panjangnya kayak bocah-bocah satu RT lagi baris main ular naga panjangnya. Panjang bener. Bisa-bisa pas aku nyampe kasir, tanggal kadaluarsa minuman yang aku beli udah lewat. Ngga jadi dah. Tahan haus dulu. 

Di minimarket deket rumah, baru aku mampir beli minuman. Setelah bayar di kasir, aku berjalan menuju pintu keluar. Belum sempat buka pintu, Mbak petugas kasir manggil.

"Emma Watson, sini foto bareng dulu dooooong!!!"

Eh salah. Bukan, bukan. Ngga teriak gitu.

"Mbak, ini belanjaannya ngga mau dibawa?" katanya sambil menunjuk plastik belanjaanku yang masih tergeletak manis di tempat kasir.

Ya ampuun.. 



Aku balik ke kasir, ngambil belanjaan, ngucapin makasih ke mbak kasir, lalu buru-buru melesat ke luar karena malu. Di luar minimarket aku beberes sebentar karena agak ribet, tangan kiri megang struk dan kembalian, tangan kanan megang plastik belanjaan. Aku buang kertas yang rasanya struk ke tempat sampah lalu ngambil dompet di tas, pengen masukin kembalian. Pas buka dompet dan masukin kembalian, aku terlonjak kaget. Bukan, bukan karena ada orang nongol ngagetin dari dalem dompet sambil teriak "SURPRISEEE!!!", tapi kaget karena yang kumasukin ke dompet ternyata bukan uang, tapi struk.

LAH UANG KEMBALIANNYA KEMANAAAA?? DIAMBIL SWIPER???

Aku memandang tempat sampah dengan curiga. Aku intip, tengok isinya. Sekilas ada gambar Tuanku Imam Bonjol lagi benerin sorban. Bener aja. Aku salah buang, bukannya buang struk malah buang kembalian.

Ya ampuuun..



Ada aqua?

Jumat, 01 Mei 2015

Tutorial Makan Sawi

Ada yang bilang kebiasan dan sifat kita sekarang sedikit banyak merupakan bawaan dari kehidupan kita dahulu. Misalnya, orang yang suka berenang bisa jadi dulu adalah seekor ikan, orang yang tidak suka berenang bisa jadi dulu adalah seekor kucing, dan orang yang suka berenang di kolam kosong bisa jadi dulu pasien Grogol. Dan saya kemungkinan besar dulu adalah makhluk karnivora, entah harimau, serigala, atau catwoman, karena saya sangat ngga suka sayuran. Terutama sawi. Ugh. Saya lebih suka merobek otak saya, membawanya ke tengah-tengah perempatan terdekat dan bermain lompat tali dengannya daripada harus makan sawi.

Kalau ditanya kenapa ngga suka banget sama sawi, mungkin bisa dibilang karena trauma. Dulu setiap kali makan mie atau bakso, teman saya sering ngejejelin sawi dengan paksa yang saya balas dengan netesin racun tikus ke minumannya jadinya sekarang kalau liat sawi jadi gimanaaaa gitu, kayak ngeliat mantan yang dulu pernah nyakitin dan sakitnya masih ngebekas *gaya banget, kayak punya mantan aja! #selftoyor *. Dan amsyongnya, belakangan ini tindakan percobaan pemberian sawi dimulai lagi dengan pelaku teman kantor. Niatnya baik sih, biar aku makan sayur katanya, tapi… aaaak, ngga sanggup, jenderal.. lebih baik tenggelamkan sajalah Aisyah ke dalam lautan luka dalam..

Bosan terus menerus dijejelin sawi, saya pun nanya gimana caranya makan sawi yang enak dan ngga menyakitkan pada kerang ajaib supaya saya berhenti direcokin. Dan seperti yang sudah saya duga, kerang ajaib punya jawabannya! Puja kerang ajaib! Ulululuuu! Berikut tutorial makan sawi seperti yang disarankan kerang ajaib.

1. Beli makanan yang anda suka. Dalam kasus saya, kita gunakan choki-choki.
2. Sayangi dia sepenuh hati. Beri cinta dan kasih sayang. Setelah ikatan hati antara anda dan choki-choki tercipta, anda butuh panggilan sayang untuk memanggil namanya. Beri nama Sawi. Singkatan dari SAyangku sWItiku.
3. Harus anda ketahui, setiap makhluk tercipta di dunia karena memiliki misi tertentu. Begitu pun Sawi. Dan misi hidup Sawi adalah memberi rasa manis pada lidah anda. Bantulah Sawi memenuhi misi hidupnya. Anda harus memakannya.
4. Pada tahap ini mungkin anda merasa sedih karena anda sudah terlanjur menyayangi Sawi, tapi apa boleh buat. Anda tidak boleh egois. Hapus air mata anda. Cium dia seakan itu ciuman kalian yang terakhir karena memang itu yang terakhir.
5. Gunting atau sobek bungkusnya dengan lembut.
6. Tekan perlahan hingga linangan pasta cokelatnya mengalir ke luar. Letakan dalam mulut anda, dan biarkan memenuhi lidah. Telan.
7. Ulangi langkah ke-6 hingga habis.
8. Selamat! Anda baru saja makan Sawi! Segera hampiri teman anda dan katakan dengan jumawa, "eh aku udah makan sawi nih!"

Bagi kalian yang punya problema sama seperti saya, silakan coba dipraktekan.

Puja kerang ajaib!

Ulululuuu~
Minggu, 05 April 2015

Comeback

Ahoi!

Wew, lama ngga ngeblog dan akhirnya ngeblog lagi, berasa artis korea lagi comeback. Bedanya artis korea comeback disambut, sedangkan saya disambit. Btw ketika kalian membaca postingan ini, ketahuilah bahwa postingan ini dihadirkan dengan penuh kerja keras, karena sebelumnya saya harus bebersih ngebenahin blog yang kondisinya berantakan mengenaskan karena lama ngga ditengok ini dulu. Ngelapin debu, relokasi satu RT laba-laba yang udah terlanjur bikin sarang permanen, nyiangin rumput dan belukar yang tumbuh tinggi di bunga-bunga deket header, banyak deh.

Yah gitu deh kondisi blog ini, namanya lama ditinggal. Beberapa waktu lagi malah ada kru-kru dari acara Dunia Lain yang numpang syuting di sini. Katanya tempat yang lama kosong, ngga dihuni, dan ngga ditengok berpotensi besar jadi tempat hunian makhluk dunia lain, dan blog saya kondisinya cocok banget katanya. Asem. Pas saya usir suruh syuting tempat lain, mereka malah bilang, "Ya udah, syuting di hati mbak aja boleh ngga? Itu tempatnya lebih lama kosong ngga diisi, jangan-jangan makhluk-mahkhluk astral di sana udah pada bangun negara sendiri lagi"

...

Asem. 

Kuadrat. 

Bentar, saya mau garuk-garuk tanah di pojokan dulu..

Oke, mari lanjut lagi.

Sebenernya saya ngerasa bersalah dan ngga enak banget karena udah melalaikan blog ini. Ngerasa bersalah terutama pada masyarakat dunia maya karena mereka harus kehilangan celotehan berbobot penuh makna dari sosok manis yang garing tapi ngangenin ini (mungkin di baris ini kalian mulai merasa mual, menyesal mengapa membaca tulisan ini, dan berencana untuk close tab. Tapi ketahuilah, blog ini sudah saya beri kutukan yang sangat mengerikan. Mereka yang close tab sebelum postingan ini selesai akan kehabisan telur setiap kali masak indomie. Jadi bersabarlah, teruskan baca sampai habis. Muhahahahaaha..) Jadi untuk nebus rasa bersalah saya, di postingan ini saya akan beri review singkat seputar hidup saya selama ini yang belum sempat saya ceritain.

Saya sekarang bekerja di daerah Salemba. Rumah saya di Serpong. Kalau naik kendaraan umum lewat jalan raya, butuh waktu tempuh yang lumayan lama karena jarak yang jauh plus bonus macet. Ya lamanya sekitar satu periode masa kerja Presiden lah. Pernah saya berangkat dari rumah bawa bekal pake telur. Ketika jam makan siang di kantor saya buka bekal saya, isinya berubah jadi ayam! Khanmaen. Saya kira efek waktu tempuh yang lama, tapi ternyata efek bekal ketuker. 

Ngga siap menua di jalan, saya putuskan jadi ANKER aja. Anak kereta. Ah, macho plus gahar banget ngga sih kedengerannya? Pengen rasanya coret-coret tembok stasiun pake pilok, tulisannya "Oci The Anker Was Here". Khanmaen..

Dari sekian banyak hal, cuma satu hal yang konsisten dari saya sejak dulu, yaitu status. Iya, masih konsisten sebagai JODA AKBAR. JOmblo DAri AKu BAru lahiR. Saran dari saya, kalau mau nyari pasangan, carilah yang sudah lama menjomblo. Bayangkan, sama kesendirian aja mereka setia, apalagi nanti sama pasangan kan..

Semester ini saya harusnya nyusun skripsi. Tapi karena satu dua hal, terpaksa harus mundur semester depan. Jadi bisa dipastikan pertanyaan kapan lulus dan kapan nikah akan tetap jadi pertanyaan terpedih sepanjang tahun 2015 ini.

Saya mulai berjerawat lagi. Saus tartar. Kali ini muncul gede banget. Ganggu deh pokoknya. Sempet terpikir apa saya warnai hitam aja ya pake spidol lalu bilang ini tahi lalat? Siapa tahu jadi iconik macam Ita Purnamasari atau Rano Karno.

Jarum timbangan saya bergeser ke kanan, angkanya dari ** kilo jadi ** kilo. Maaf, kenapa? Apa, angkanya ngga kebaca?? Astaga, berat badan saya ngga lulus sensor dunia maya.. Segitu beratkah saya?? Tapi saya ngga percaya berat badan saya naik, ini pasti konspirasi timbangan seluruh dunia untuk ngejatuhin saya!

Sahabat saya si jerapah yang sering saya ceritakan di sini sebentar lagi bakal nikah. Aaaaak. Jujur, saya seneng banget akhirnya dia nikah juga setelah capek ngode-ngode terus ke pacar. Kasian juga sama pacarnya yang selama ini kalau dimasakin makanan selalu asin. Kalau ditanya:
"Sayang, kok masakan kamu asin banget sih?"
Jawabnya:
"Wah, itu tandanya aku mau kawin sayang.."
Kode keras, bung!

Apa lagi ya? Segitu dulu aja deh. Sampai sini, kutukan saya hapus, silakan yang mau bikin Indomie, saya juga mau bikin soalnya. Bhay!

Yah, telornya habis.. :(