Pages

Selasa, 16 April 2013

I Let You Go, My Orion..

konon, rasi orion dan rasi scorpion tidak pernah bernaung bersama di satu langit. saat yang satu bersinar, yang lain meredup. saat orion berdiri gagah di titik zenith, scorpion meringkuk di titik nadir.

tiba-tiba terfikir, bagaimana bila mereka ternyata saling jatuh cinta? bagaimana bila mereka ternyata saling memendam rasa? bagaimana bila mereka ternyata saling merindu? bagaimana?

jangankan untuk bersama, bertatap pun mustahil. kebersamaan hanya dalam angan, bertatapan hanya dalam khayal, bertemu melepas rindu hanya dalam mimpi. tetapi apa cukup? lama-kelamaan hati pun akan lelah dengan khayalan, jenuh dengan angan, dan bosan dengan impian.

lantas harus apa? diperjuangkan? menerobos susunan konstelasi langit? jangan mimpi! sia-sia, bagai menggarami lautan.

menunggu? menunggu apa? langit bergeser? sampai kapan? sampai alam semesta hancur? lagi-lagi, sia-sia.

ya, sia-sia, karena Tuhan tidak mentakdirkan mereka bersama. Tuhan tidak menggariskan mereka berjodoh. Tuhan tidak menciptakan mereka untuk saling memiliki satu sama lain.

"some people are meant to fall in love with each other, but not meant to be together."
-500 days of summer

"a sad thing about life is that when you meet someone who means a lot to you, only to find out in the end that it was never bound to be and we just have to let it go"
-anonym

Tuhan Yang Maha Perkasa. keinginan-Nya terlalu sakral untuk diperdebatkan, apalagi dibantah. bila Ia sudah berkehendak, kita bisa apa?

dalam hidup banyak hal yang harus diperjuangkan, namun kadang ada pula hal yang harus dilepaskan karena sudah tak mungkin diperjuangkan.

scorpion dan orion pun pada akhirnya hanya bisa melepaskan, merelakan, dan mengikhlaskan....

Senin, 15 April 2013

[BeraniCerita #07] Si Pendiam Yang Aneh


Pria itu dari tadi hanya mematung saja di pojokan. Tak membaur dengan kami, yang kebanyakan sudah teler dan meracau tak jelas sambil bertingkah gila-gilaan karena miras, mariyuana, pil-pil ekstasi, dan sebangsanya. Dia sunyi, hanya matanya yang aktif memandangi sekeliling. Terhuyung-huyung, dengan langkah berat dan kesadaran yang sedikit tersisa, aku mendekatinya.

‘Hai bro, gua perhatiin dari tadi lu diem aja, ngga nikmatin apa-apa. Ayolah, ngga usah segen, kita party bro, nih gua kasih buat lo..’

Kusodorkan kertas berisi mariyuana yang sudah kulinting padanya. Ia menatap lintingan kertas itu dengan ragu.

‘Kenapa, ngga mau? Atau mau ini?’

Kusambar suntikan yang tergeletak di samping pemuda yang sedang mengawang-ngawang menikmati efek pemakaiannya, kemudian kusodorkan lagi padanya. Kembali dia menatap ragu, tapi akhirnya ia sambar barang-barang di tanganku.

Aneh, sepertinya aku belum terlalu teler, tapi tiba-tiba aku berhalusinasi melihat sebuah pistol terarah ke wajahku dari tangannya. Pria itu lalu berbicara dengan walkie talkie-nya, dan kemudian riuh. Pintu menjeblak terbuka, masuklah kerumunan pria berseragam membawa pistol. Mereka masuk, menangkapi orang-orang yang sedang teler, mengumpulkan semua pil, bubuk, suntikan, serta dedaunan yang tercecer. Beberapa membekuk tanganku, mencoba menangkapku. Aku berontak, melawan, dan lari dengan langkah terhuyung. Tiba-tiba sengatan panas terasa di kakiku. Aku terjatuh, menghambur ke lantai. Laki-laki pendiam itu menghampiriku sambil tetap mengacungkan pistolnya yang sedikit berasap.

‘Jangan melawan! Kami polisi! Kalian sudah kami tangkap!’




-220 kata-
Rabu, 03 April 2013

Dar Der Dor!

beberapa waktu lalu, kantorku ngadain acara raker ke daerah Lembang. buat yang belum tau apa itu raker, raker itu bukan nama cemilan, itu mah kracker. bukan juga sebutan untuk sesuatu yang serem, kalau itu angker. raker itu adalah singkatan dari rapat kerja. intinya sih rapat, cuman di luar kantor gitu deh.. tapi disini aku ngga bakal ngebahas tentang rapatnya, karena kalau kubahas, yang ada isi postingan ini bakal jadi dongeng pengantar tidur. 

nah, selain rapat, raker ini juga punya agenda lain yang tujuannya refreshing, diantaranya kambing guling, organ tunggal, dan yang paling seru, paintball.



paintball adalah semacam permainan simulasi perang dengan alat tembak menembak yang dimainkan oleh 2 regu. pelurunya berbentuk bola yang isinya cat, jadi yang udah kena tembak keliatan dari bekas catnya. serdadu yang kena tembak, dianggap mati dan ngga boleh ikut main lagi. tapi biarpun isinya cat, kalau kena tembak langsung tetep aja sakit, minimal memar biru-biru lah. 

makanya demi keselamatan, aturannya banyak banget. diantaranya pengaman ngga boleh dibuka selama di zona perang. terutama helm. soalnya kalau tembakan kena mata paling parah bisa menyebabkan kebutaan. dan kalau kena muka... yah muka ada bekas jerawat aja rungsing ya kan gimana ada bekas lebam segede koin gopean.

aturan berikutnya, jarak minimal nembak musuh adalah 10 meter, kurang dari itu ngga boleh. bahaya. jadi kalau ketemu musuh di jarak deket, cukup acungin senjata ke arah jantung, sambil tanya, 'mau ngga lo jadi pacar gue??' kalau dia bilang ngga, tembak langsung! hehe, ngga deeeng.. kalau ketemu musuh jarak dekat, acungin senjata ke arah dia terus bilang, 'MENYERAHLAH!!'. kalau orang itu manusia yang udah akil baligh dan berakal sehat, pasti lebih milih nyerah daripada pulangnya mampir puskesmas terdekat dulu. 

serdadu yang nyerah atau udah kena tembak, harus ngangkat tangannya lalu keluar dari zona perang, dan haram hukumnya untuk ditembak. kalau musuh tetep nembakin, kena diskualifikasi.

setelah semua intruksi dan aturan dijelaskan, abang-abangnya nawarin kita foto bareng dulu sebelum mulai. pas foto, abang tukang fotonya bilang, 'pasang muka marah ya, muka judes, muka sangar pokoknya.'. aku langsung ngebayangin muka temenku yang ngutang belum bayar-bayar. dan inilah hasilnya.

'bayar utang ngga?????'

habis itu foto bareng semuanya. yang ini boleh senyum.

pasukan siap tempur, siap memberantas makanan nganggur

terus foto sendiri-sendiri pake seragam tempur. banyak yang bilang aku cantik banget disini.

untung ngga keliatan cabe nyempil sekilo di gigi

setelah kenyang popotoan, permainan dimulai. untuk permainannya sendiri dibagi jadi dua ronde, ronde pertama rebut bendera, ronde kedua sapu bersih musuh. 

di ronde pertama, abang-abangnya naro bendera di tengah zona perang terus nanti 2 regu ini rebutan ngambil. siapa yang dapet bendera duluan, dia menang ronde pertama. dan disinilah harus mulai atur strategi. biarpun ini cuman permainan, tapi tetep aja ngga bisa asal main tembak gitu aja. kalau ditolak kan tengsin. jadi harus pake strategi. 

mulailah timku mengatur strategi yang baik supaya menang. mayan kan kalau menang bisa cengin yang kalah. dari hasil berembuk, didapatlah keputusan untuk make strategi begini : beberapa orang ditugaskan ambil bendera, yang lain jagain dan ngelindungin dia dari serangan musuh. siplah.

secara teori strateginya oke, rapi. tapi secara praktek, ..... kata apa yang lebih parah dari amburadul ya? gitu dah, surem. yang cewe-cewe bukannya ikut maju malah diem, ngumpet di belakang pohon. pelan-pelan maju, maju, maju, liat musuh dari jauh dan denger suara desingan peluru eh jejeritan terus mundur lagi. hhhh. gemes aku liatnya. pengen ngatain mereka tapi ya gimana, lha wong aku yang jerit paling kenceng dan mundur paling awal.

setelah berpuluh-puluh peluru ditembakan dan beberapa korban tembak berjatuhan, ronde pertama pun berakhir dan dimenangkan oleh....... jeng jeng jeng... drum roll please.... dung dung dung.... reguku! yeaaaaay! 1 - 0! 

selesai ronde pertama, ronde kedua pun dimulai. ronde sapu bersih musuh. kalau ronde pertama tadi susah, maka ronde kedua ini susah ampun Allahuakbar hamba ingin taubatan nasuha. sumpa dah.. di ronde pertama, yang takutan dan ngga beranian bisa ngumpet di belakang sementara yang berani dipersilakan maju berperang. tapi di ronde ini ngga bisa, harus maju. menyerang atau diserang.

kita yang tadinya ngegerombol pun akhirnya mencar, yang berani maju langsung nyerang ke sarang musuh, sedangkan yang kurang berani nyari tempat strategis untuk ngumpet sambil nyerang. dan aku berhubung nyalinya ketinggalan di rumah, jadinya milih ngumpet di balik gerumbulan semak-semak.

di belakang pohon 
di balik tong

oiya, satu peraturan lagi, kalau lagi make helm, buang nafasnya lewat mulut jangan lewat hidung, karena kalau lewat hidung kaca helmnya jadi burem berkabut. dan pintarnya aku hebatnya aku jayalah otakku, hamba lupa doooong.. tiba-tiba ngeh kaca helm udah burem aja gitu. jadilah karena ngga terlalu keliatan, aku nembak asal-asalan aja ke segala arah. yah, siapa tau kalau beruntung ada hati laki-laki kece alim lulusan luar negeri kerjaan manajer gaji 2 digit yang kena tembak.

lagi asik-asiknya nembak asal-asalan, tiba-tiba dari balik semak-semak peluru ngedesing lewat. asli, deg-degan, kayak film-film action, meleset beberapa senti doang dari aku. dan begitu aku ngintip, samar-samar keliatan ada musuh yang lagi ngumpet di balik semak seberang. posisi kita hadep-hadepan dan sama-sama tengkurep, kayak gini


jadi kalau di antara kita tembakannya ada yang kena, kemungkinan besar yang kena pasti bagian muka. tadi di ronde pertama temen se grupku ada yang kena tembak di bagian leher, dan bekasnya serem banget, jadi bentol gede kayak digigit semut rangrang. aku diem aja, ngga berani nembak, nembak gebetan aja ngga berani, apalagi nembak orang lain takutnya tembakanku kena lehernya juga atau kena bagian mata. biar make helm, tetep aja ngebayanginnya serem. maka aku pun ngangkat tangan, nyerah dan ngibrit ke zona aman. 

di zona aman, sembari nunggu game-nya selesai aku mikir, perang tu ngga enak ya (iyalah, kalau perang enak mah udah dari dulu dimakan sama nasi jadi lauk). jadi ngebayangin dulu jaman-jamannya leluhur kita dulu perang lawan kumpeni. perang mainan gini aja ngga boleh main-main, harus pake strategi, apalagi perang beneran. perang mainan gini aja bikin ngeri deg degan gini, apalagi perang beneran.  perang mainan gini aja kalau kena tembak sakit, apalagi perang beneran.. bersyukur deh tinggal di daerah yang aman dan ngga ada perangnya.
Senin, 18 Maret 2013

The Sound of Marriage



entah ada apa dengan tahun 2013 ini, padahal baru jalan 3 bulan tapi undangan nikahan udah segambreng aja. mungkin gara-gara batalnya jadwal kiamat 2012 kemaren, orang-orang ber-euforia dan ngerayainnya dengan cara menikah. terhitung dari januari sampai sekarang aja aku udah nerima empat undangan. malah ada yang bentrok, waktunya sama. kalau biasanya aku ngga makan dari pagi tiap mau ke kondangan, mungkin kalau bentrok satu hari dua kondangan begitu aku ngga usah  makan dari kemarenannya kali ya, biar makannya puas #NggaMauRugi.

dan ternyata menurut survey, 85% perempuan diatas 20 tahun akan galau seketika begitu dapet undangan nikahan, terutama dari temennya. 'aku kapaaaan???' begitu pikirnya dengan dengki. sementara sisanya selow-selow aja. kenapa? yah, karena dia udah nyebar undangan duluan.

ada sahabatku, sebut aja kutilang, yang saking galaunya karena keduluan orang nikah terus akhirnya nyeletuk, 'pokoknya diantara kita berempat yang duluan nikah nanti gue ya, kalau ada yang duluin gue, pas ijab kabul gue teriakin KAGA SAH!'. doeng. jadi ngebayangin kalau nanti aku nikah duluan, pas ijab kabul tiba-tiba dia dateng ngejeblak pintu, dengan properti berupa bantal yang dijejelin di perut, dia teriak sambil pura-pura nangis di depan calon suamiku. 'NGGA SAAAH!! KAMU TEGAAAA!!! INI ANAK KAMUUU!!!'. ebuseh.

ngga cuma si kutilang aja, temenku yang lain, si jerapah, juga udah mulai galau nikah. tiap dapet undangan nikahan, galau. tiap liat pasangan muda gendong anak, galau. tiap susah buang air, galau. dan waktu lagi iseng-iseng liat lagu di hapenya, aku nemu folder namanya 'nikahan'.

"jerapah, ini yang di folder 'nikahan' apaan?" karena sense of kepo yang tinggi, aku pun nanya.

"itu nanti kalau gue nikah, lagu-lagu itu bakal gue puter di nikahan gue."

"hoooo, emang kapan nikahannya?"

"........eeehh, liat tuuh, langitnya bagus yaaaaa.."

haha.

jadi pengen juga deh bikin list lagu-lagu yang bakal aku puter untuk nikahanku nanti. apa aja? nah, ini diaaaa..

1. Daniel Padilla - Grow Old With You



2. Boyzone - Everyday I Love You



3. Michael Buble - Everything



4. Guy Sebastian - Angels Brought Me Here



5. Naif - Karena Kamu Cuma Satu




6. Blue - Best in Me



7. Christina Perri - Thousand Years



oiya, satu lagi lagunya, tapi untuk lagu ini harus calon suamiku nanti yang nyanyi sendiri, nyanyiinnya ke orang tuaku. hyahyahyaaaa~

Brian McKnight - Marry Your Daughter




nah, keren bin kece bin syahdu bin badai kan lagunya? kalau mau dengerin klik videonya aja.. kalau ada yang mau nambahin boleh kok, monggo, dipersilahkan.. yak, itu yang di belakang ngacung tangan kenapa, mau nanya? nanya apa?

'lu udah bikin ginian aja, emang mau nikah kapan? calonnya udah ada emang?'

'.......eh, anu... itu.... EH, LIAT DEEEH, AWANNYA BAGUUUUUSSSS!!'

*kabur*
Selasa, 12 Maret 2013

Diary 2 Hari

27 Februari 2013

Emang aku akuin kalau daya ingatku tuh cemen bin payah banget. Kalau dibandingin, mungkin daya ingat ikan Dory di Finding Nemo yang udah manula dan kena Alzheimer masih lebih bagus dibanding daya ingatku. Dan masalah daya ingat ini kadang – kadang (bukan kadang lagi sih, sering malah) membawa masalah dalam kehidupan sehari-hari. Seperti hari ini.

Hari ini hari Rabu. Seperti biasa, aku pulang kerja naik kereta api dari stasiun Palmerah. Dan udah bisa ditebak, kereta api sore jam-jam pulang kantor itu penuhnya minta di-Istighfar-in. Penuh, sepenuh rasa kesepian di hati para jomblo. Kemungkinan untuk dapet tempat duduk itu kecil, lebih kecil dibanding kemungkinan orang yang diem-diem kita taksir ternyata naksir kita juga *maap, lagi mellow*. Yah, kecuali kalau penumpang hamil, biar pun penuh, pasti ada orang baik hati yang kasian dan ngasih tempat duduk. Sayang, hari ini aku ngga bawa bantal buat dijejelin ke dalem perut, jadi yaa terpaksa berdiri di kereta. Biar ngga pegel, tas ku-taro di rak atas tempat orang biasa nyimpen tas.

Setelah perjalanan panjang mendaki gunung lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudera, bersama teman bertualang *hayoo, ngaku yang bacanya sambil nyanyi :p *, akhirnya keretanya sampai di Stasiun Serpong tujuanku. aku pun buru-buru turun begitu kereta berhenti dan berjalan keluar stasiun. Tiba-tiba aja aku ngerasa janggal, kok kayaknya ada yang aneh, kayak ada yang kurang, apa ya… Kurang makan? Jelas bukan kalau dilihat dari ukuran gesper yang makin maju.. Kurang isi dompet? Justru kalau isi dompet penuh aku syok.. Kurang kamu di hidup aku? Iya sih, tapi kayaknya bukan itu.. Apa ya, sebentar, coba inget-inget, eemmm, kayaknya tadi aku jinjing – jinjing sesuatu, eemmm…..

“AAAAAA, TAS AKU KETINGGALAN DI KERETA!!!!”

Spontan aku teriak. Iya, baru inget, tas masih di kereta, lupa diambil! #selfkeplak. Ternyata yang kurang itu tas toh! Dan sialnya, keretanya udah jalan ke stasiun berikutnya. Saus tartar. Di dalem tas itu ada laptop sama dompet, rugi bandar kalau ilang! Dikata duit tinggal metik dari pohon?? Dikata aku anaknya Bill Gates, laptop ilang tinggal beli baru?? Preeet! Dan data-data penting juga ada di laptop semua, dari mulai data kerjaan, data Tugas Akhir, dan juga foto-foto si dia yang aku ambil diem-diem dari fesbuk. Bisa gawat kalau ilang!! Tidaaaaaaaaaakk..!!!!

Panik, aku lari pontang-panting tunggang-langgang hilir-mudik nyamperin abang petugas kereta. Sama abang petugasnya aku dianter ke bagian informasi dan disana ditanya-tanya, ciri-ciri tasnya apa, warna tasnya apa, isinya apa, ilangnya di gerbong berapa, zodiaknya apa, hobinya apa, makanan favoritnya apa… eh, kok melenceng lama-lama? Lalu petugas informasi ngehubungin masinis dan petugas yang ada di kereta, ngasih intruksi untuk nyari tas ke seluruh gerbong.

Ngga berapa lama, bagian informasi dapet kabar dari masinis kalau tasku udah ketemu dan udah diamankan. Horeeeee, rasanya pengen gangnam style, harlem shake, goyang itik, goyang gergaji saking senengnya. Tapi untuk ngambil tas, aku harus nunggu keretanya dateng dari Stasiun Parung, maka aku pun nunggu di bagian informasi.

5 menit berlalu…

*masih anteng*

10 menit berlalu…

*mulai brewokan*

15 menit berlalu….

*jenggot panjang tumbuh*

20 menit berlalu….

Sesuatu yang aneh terjadi. Ada sesuatu di dalam perut mengirim sinyal minta dikeluarkan. Saus tartar. Di saat seperti ini malah pengen pup. Aku mulai gelisah. Teringat kata orang, kalau kebelet pup kantongin batu. Aku buru-buru keluar nyari batu. Tapi berhubung aku masih lugu, polos, dan penuh ketidaktahuan, aku ngga tau berapa banyak batu yang dibutuhkan untuk menahan rasa ingin buang air. Sedikit bersyukur dulu waktu UAN, soal ini ngga keluar, kalau iya dipastikan dulu aku lulus dengan paket C. Maka aku ngantongin batu sebanyak mungkin, semuat yang kantong aku bisa. Mikirnya sih semakin banyak mungkin semakin manjur. Entah sugesti atau bukan, tapi ampuh meeen, sakit perutnya ngga terlalu berasa lagi! Harusnya selain peribahasa ‘sedia payung sebelum hujan’ dibikin juga ‘sedia batu sebelum kebelet’.

Ngga berapa lama, kereta dari Parung pun sampai. Aku buru-buru masuk stasiun nyamperin gerbong masinisnya. Disana, bapak masinis udah nunggu dan segera nyerahin tas. Aku terima tas dengan senang dan terharu. Ah, perjumpaan yang mengharuan, setelah sekian lama terpisah akhirnya kami dipertemukan kembali. Harusnya kami ikutan acara Tali Kasih nih, hiks.. sruuuutt! *buang ingus*

1 Maret 2013

Hari ini, aku melakukan perjalanan  ke Barat mengambil kitab suci ke Cimone. Berhubung harus ke kantor dulu, aku berangkat dari Gatot Subroto, naik metromini 640 jurusan Pasar Minggu – Tanah Abang. Rencananya nanti turun di Stasiun Sudirman lalu dari sana naik kereta turun di Rawa Buntu. Karena teringat kejadian ketinggalan tas di kereta kemaren, sekarang aku mulai meningkatkan tingkat kewaspadaan. Kalau dulu aku amat sangat ceroboh dan sangat kurang waspada, sekarang aku amat sangat ceroboh dan kurang wasada doang. Yah, yang penting ada peningkatan lah..

Tepat di arah serong kanan, duduk sepasang muda mudi yang kayaknya pacaran. Duduk berduaan, tangan gandengan, ngobrol cekikikan, serasa dunia milik berdua dan yang lain udah digusur satpoll pp gara-gara ngga punya surat ijin bangunan. Ppfftt. Menurutku, orang yang mesra mesraan di depan kaum jomblo itu ibarat orang yang minum sirup marjan cocopandan siang bolong di depan orang puasa, PEDIH JENDERAAAALL, PEDIIIIIIIIIHH!!

Untuk mengalihkan perhatian dari mereka, aku keluarin hape dan Wh*tsapp-an ngajak ngobrol  temen. Temenku ini punya kebiasaan untuk nyingkat Wh*tsapp jadi WA. Kadang setiap dia habis ngirim message via Wh*tsapp, dia mention aku di twitter, ‘cek WA ya!’. Atau kalau kita mulai bahas hal yang agak pribadi di twitter dia bakal nulis, ‘pindah ngobrol via WA aja yuk!’. Dan seiring perkembangan jaman, aplikasi chat via handphone selain Wh*tsapp pun mulai bermunculan, salah satunya W*chat. Dan lagi-lagi temenku ini menyingkat W*chat jadi WC. Iya, WC. Dan terkadang timbul kesalahahaman dari aku gara-gara penyingkatan kata ini. Contohnya saat dia mention ‘cek WC ya!’ aku buru-buru cek WC. Apa tadi aku pup lupa disiram ya makanya disuruh cek WC? Kok dia tau ya?? Atau waktu dia ngetweet, ‘pindah ngobrol via WC aja yuk!’ aku kepikiran, kita ngobrol via jamban gitu? Saling ngirim pesan melalui benda kuning mengambang dikirim lewat saluran pipa? Ngga berapa lama baru aku ngeh, ‘Ooohh, maksudnya W*chat toh! Capcay deeehh..’ *tangan taro di jidat*.

Karena konsen dengan hape, aku pun lupa merhatiin jalan, dan begitu nengok jendela… jeng jeng! Sudah ada di bunderan HI. Stasiun Sudirman udah kelewatan. Saus tartar.

Aku diem dengan gaya cool, padahal mah dalam hati belingsatan panik. Mampus, gimana nih??? Tiba-tiba terlihat tulisan ‘Pasar Minggu – Tanah Abang’ di kaca depan metromini. Aha, ini sampai Tanah Abang ya? Berarti  turun aja di Stasiun Tanah Abang, terus naik kereta dari sana. Ya ya ya..

Tapi ngga berapa lama, belum sampai di Stasiun, keneknya udah teriak-teriak.

‘Ya, Tanah Abang, habis, turun sini..’

Lho, dimana ini?? ini bukan Stasiun Tanah Abang! Emang sih gedung bangunan Tanah Abangnya keliatan, tapi kayaknya jauh.

‘Bang ini ngga sampai Stasiun Tanah Abang ya?’

‘Ngga sampai neng, habis sampai sini..’

Oh, okay. Aku pun turun. Tetep pasang casing wajah cool. Dalam hati jejeritan, AKU DIMANAAAA??? AKU SIAPA???? INI TAHUN BERAPA??? #selftoyor (panik woii, bukan amnesia!). Yah, wilayah Tanah Abang yang aku tau cuma sebatas pasar, stasiun, sama jalan angkot ke Kota Tua, selain itu yah…. Wallahualam..

Oke, tenang. Tarik nafas. Hap. Tahan. Keluarkan perlahan. Duut. Oke, sudah agak tenang dan lega. Setelah menenangkan diri, aku mutusin untuk nanya jalan ke orang daripada aku jadi gembel gara-gara ngga bisa pulang. Sialnya, aku salah nanya ke tukang ojek. Untuk kalian-kalian yang sedang nyasar, jangan sekali-kali nanya ke tukang ojek. Jangan! Sekali lagi ah, kali ini pake capslock, JANGAN! Kenapa? Karena yang akan terjadi adalah..

‘Pak, mau tanya, kalau jalan ke Stasiun ke arah mana ya?’

‘Waduh, jauh neng, mending naik ojek saya neng, saya anter, buat neng 5ribu aja deh..’

Iya, bukannya ngasih tau arah, kita malah disuruh naik ojek dia. Dikibulin dan dimahalin pula, bilangnya jauh, preett, jauh dari Hongkong! (Eh, emang sih dari Hongkong mah jauh ya..) jaraknya deket ternyata, kepeleset juga nyampe, tapi diminta bayar 5ribu! Padahal jarak segitu kalau di rumah aku cuman 3ribu! Lumayan kan tuh 2ribu bisa beli indomie, makannya diremukin. Iish, gondok ah, jadi pengen nge-tweet dan update status ‘Huuuuuuuufffttt~’ jadinya! Huft huft huft!


Selasa, 26 Februari 2013

Dari Aku, Sang Pemendam Rindu

kusampaikan rinduku pada air, biar ia menguap, membentuk awan lalu menjatuhkannya padamu lewat tetes hujan..


kusampaikan rinduku pada angin, biar ia berhembus, dan membisikannya ke telingamu..


kusampaikan rinduku pada berkas cahaya mentari, biar dapat kau lihat di tiap pancarannya..


namun akhirnya kusampaikan rinduku pada Tuhan, biar Dia sisipkan wajahku di pikiranmu, lalu Dia ukirkan namaku di hatimu, dan Dia arahkan matamu kesini, ke arahku..

 

aku, sang pemendam rindu, penikmat cinta sendiri..
Selasa, 19 Februari 2013

Kicauan (Ngga) Penting

postingan pertama di tahun 2013! yeeii! mau ngucapin selamat tahun baru tapi telat banget ya kayaknya, ibaratnya orang-orang udah megang iphone, saya masih bawa pager. mau ngucapin selamat palentinan tapi saya ngga ngerayain, mau ngucapin selamat Idul Fitri tapi masih lama, jadi saya mau ngucapin selamat hari Selasa aja deh ya buat semuanya, have a nice day people, lalala yeyeye~
 
berhubung udah lama banget ngga buka-buka blog, saya jadi sedikit bingung dan linglung. setengah jam lebih saya melototin beranda blogger, nyari-nyari dimana tombol buat entry baru. dan setelah tombolnya ketemu, kembali saya habiskan waktu setengah jam untuk bengong di depan layar. mau nulis apa ya??? akhirnya malah ketiduran dan begitu bangun post entry masih kosong. cerita peri yang ngebantuin pembuat sepatu waktu dia tidur itu bohong ternyata.
 
jadi yah di postingan kali ini saya mau konfirmasi aja kalau blog ini masih aktif dan InsyaAllah akan terus saya update selama ada waktu, niat, ide, PC/laptop/netbook, dan koneksi internet. jadi buat yang suka baca-baca atau stalking saya lewat blog ini tenang aja ya.. #kepedean #YangBacaLangsungPadaEnegKemudianCloseTab

nah, segini aja deh yah postingannya. ngga penting? emang, kalau penting udah dari tadi saya tandain pake stabilo. haha. yuk, capcus ah, daaa~