Pages

Selasa, 19 Februari 2013

Kicauan (Ngga) Penting

postingan pertama di tahun 2013! yeeii! mau ngucapin selamat tahun baru tapi telat banget ya kayaknya, ibaratnya orang-orang udah megang iphone, saya masih bawa pager. mau ngucapin selamat palentinan tapi saya ngga ngerayain, mau ngucapin selamat Idul Fitri tapi masih lama, jadi saya mau ngucapin selamat hari Selasa aja deh ya buat semuanya, have a nice day people, lalala yeyeye~
 
berhubung udah lama banget ngga buka-buka blog, saya jadi sedikit bingung dan linglung. setengah jam lebih saya melototin beranda blogger, nyari-nyari dimana tombol buat entry baru. dan setelah tombolnya ketemu, kembali saya habiskan waktu setengah jam untuk bengong di depan layar. mau nulis apa ya??? akhirnya malah ketiduran dan begitu bangun post entry masih kosong. cerita peri yang ngebantuin pembuat sepatu waktu dia tidur itu bohong ternyata.
 
jadi yah di postingan kali ini saya mau konfirmasi aja kalau blog ini masih aktif dan InsyaAllah akan terus saya update selama ada waktu, niat, ide, PC/laptop/netbook, dan koneksi internet. jadi buat yang suka baca-baca atau stalking saya lewat blog ini tenang aja ya.. #kepedean #YangBacaLangsungPadaEnegKemudianCloseTab

nah, segini aja deh yah postingannya. ngga penting? emang, kalau penting udah dari tadi saya tandain pake stabilo. haha. yuk, capcus ah, daaa~
Minggu, 02 Desember 2012

Menanti Bulan

hari ini kita punya janji. kita akan kembali melihat bulan bersama. 
aku senang dan menunggu-nunggu. ekspektasiku tinggi, pengharapanku melambung. bayanganmu dan sinar bulan terus terngiang-ngiang di kepala. ah, aku tak sabar.
tapi harapanku harus hancur dihempas kenyataan. bulan tak ada. ia mati, temaram. 
kita pun diam. mencoba mencari penghiburan sendiri. maka kamu menatap awan, dia melihat pohon, mereka terpaku pada rumput, dan aku menerawang bintang.
lucu, disini ramai tapi aku merasa sepi. kita bersama, berada berdekatan, tapi batin dan pikiran kita berlari masing-masing, menjauh entah kemana.
 lucu, dulu bila kita bersama bicara terasa mudah, kata-kata mengalir keluar begitu saja. kini lidah terasa kelu. aku bingung, tak tau harus berkata apa. kita sunyi. yang sibuk berceloteh hanya gemerisik angin dan daun.
lucu, dulu tawa, tangis, dan pemikiran begitu mudahnya kita bagi. kini kita menjadi egois, enggan membaginya lagi. menyimpannya sendiri atau memilih untuk membaginya dengan orang lain.
lucu, biasanya aku tertawa dengan hal lucu, tapi hal ini justru memaksa pedih dan air mata untuk keluar.

tak lama hujan turun. ah, bahkan langit ikut menangis melihat kita. lihat, ia menangis hingga tergugu. 
yah, tentu saja, selama ini langit selalu menjadi saksi kebersamaan kita. mungkin kini ia menangisi masa lalu dan kenangan yang sedikit demi sedikit mulai terkikis dan lambat laun terlupakan. atau barangkali ia menangisi masa depan kita yang mungkin akan minim dengan kenangan.....

langit terus tersedu. ah, tak tega aku melihatnya. maka kuhampiri, kuelus pundaknya dan kutenangkan dia. 

'sudahlah, tak usah menangisi kami. sudah sekian lama kami berjalan berendengan bersama menyusuri jalan setapak, dan kini kami telah sampai di persimpangan dimana kami harus berpisah, memilih jalan hidup kami masing-masing. mungkin hal itu yang menyebabkan perbedaan sudut pandang kita sekarang. sudut pandang dari setiap tempat berbeda bukan?'

langit berhenti menangis, namun masih sedikit terisak. aku memeluknya dan kutenangkan dia lagi.

'tidak apa, sungguh, tidak apa. bulan akan tetap mempersatukan kita. yah, memang sekarang bulan sedang mati, tapi aku percaya suatu saat bulan akan bersinar kembali dan kami akan sama-sama menatap bulan lagi. bukankah dimanapun berada bulan selalu sama?'

langit balik memelukku dan mengelusku lembut.

'benar, sabarlah, bulan tak akan selamanya mati. sabarlah menunggu bulan bersinar lagi. aku percaya, suatu saat kalian akan kembali bersama menatap bulan yang sama. aku berdoa, semoga kenangan terindah kalian di masa lalu akan menjadi kenangan terburuk kalian di masa depan..'

kali ini aku yang tersedu. kusimpan doa itu dalam hati. ya, aku akan menunggu....
Rabu, 14 November 2012

You

like a television without movie, like a flower without bee
like a radio without music, like a wizard without magic
llike a soccer without ball, like a big city without mall
like a fan without wind, like a lettuce without green
like a tea without sugar, like a harry potter without scar
like a winter without snow, like a farm without cow
like a breakfast without bread, like a room without bed
like a sky without blue, and that's how my life without you
Kamis, 01 November 2012

Sentilan Kecil

selamat Idul Adha bagi semua saudara sesama muslim yang merayakan! iya, telat, saya tau, tapi apa daya, eerrr, Idul Adha kemaren saya habis diculik alien untuk ditanya-tanya seputar kehidupan bumi dan baru dipulangin lagi ke bumi tadi, jadi baru bisa posting blog lagi sekarang. percaya kan, percaya? enelan deh, ciyuuuss.. *innocent face*

by the way, gimana nih kemaren teman-teman Idul Adhanya? kenyang makan rendang, sate, steak, gulai, dan semur? Subhanallah ya, sentosalah pokoknya Idul Adha. jatah daging kebagian, gizi mengalami perbaikan, badan juga ada penggemukan, lidah terpuaskan, dan mantan ngajak balikan. eh, beda kasus deng itu mah. yah, intinya kenyang dan senang, berasa berenang-renang di kolam wedang! biarpun tabungan lemak dan kolesterol bertambah tapi ngga apalah, setaun sekali ini, bisa kali itu timbangan diumpetin masukin kotak dulu, terus hanyutin di kali ciliwung. hoho.

untuk Idul Adha tahun ini masih sama kayak tahun-tahun sebelumnya, saya masih jadi "pengemis" yang cuma bisa minta dan tinggal makan daging hasil masakan mama di meja makan. entah saya ngga punya otak atau ngga punya hati, saya sama sekali ngga ada pikiran untuk ikut berkurban. yang ada di pikiran saya toh orang tua saya udah kurban kan, ya udah. padahal dari segi pendapatan, Alhamdulillah udah ada, meski ngga seberapa karena itungannya saya masih magang, kira-kira di atas 4 deh! eemm, di atas tanggal 4 udah habis maksudnya, hehe, hiks.. tapi yah biar ngga banyak tapi buat pegangan mah ada lah *gagang pintu noh pegangin*. bapak saya pun kadang-kadang ngomong sama saya, "kamu coba uangnya dikumpulin tiap bulan, terus kalau udah kekumpul banyak, dipake buat kurban sendiri." tapi adaaaa aja alesan saya untuk ngeles ngga kurban, banyak kebutuhan lah, gajinya cuma dikit lah, ngga cukup lah, ini lah, itu lah, dan bla bla bla. mungkin kalau diramal menurut primbon, saya bakalan cocok jadi supir bajaj, banyak ngelesnya.

tapi suatu hari, saya membaca satu berita yang sangat menyentil saya. berasa dicubit pake tang. ini nih beritanya..

http://forum.viva.co.id/berita-dalam-negeri/561988-nek-yati-pemulung-yang-berkurban-kambing-di-kawasan-elite-jak.html
 diantara kalian pasti udah banyak yang baca berita ini di koran, internet, atau liat di tivi. beritanya itu tentang pasangan suami istri dengan profesi sebagai pemulung yang sanggup berkurban dua ekor kambing dari hasil menabung selama tiga tahun. bayangkan, menyisihkan sebagian penghasilan yang rata-rata hanya 25ribu perhari selama tiga tahun demi bisa berkurban! Subhanallah... keliatan bedanya ya, mereka orang saleh, saya orang salah. saya yang Alhamdulillah dikasih penghidupan sedikit lebih baik ternyata ngga bisa (atau ngga mau?) melakukan pengorbanan menyisihkan rezeki saya seperti yang mereka lakukan. sebagai manusia yang InsyaAllah muslim, saya merasa gagal. MasyaAllah.......

guru agama saya pernah bilang, sesama muslim wajib untuk saling mengingatkan dalam hal kebaikan, jangan cuma mengingatkan pacarnya jangan lupa makan terus dong! dan apa yang udah dilakukan pasangan suami istri istimewa ini menurut saya mampu bener-bener mengingatkan kita semua untuk berniat baik, berusaha, bersabar, berpantang putus asa, dan berkurban. Alhamdulillah, Allah masih mau menegur dan mengingatkan kita dengan cara yang halus, sentilan kecil melalui perantara hamba-Nya.. semoga sentilan ini mampu membuka hati dan pikiran kita lebih lebar lagi, agar kita mampu menjadi manusia yang lebih baik lagi ke depannya, dan InsyaAllah mampu berkurban secepatnya.. aamiin..
Sabtu, 29 September 2012

Scary, aaaww!

halo, halo, selamat sabtu malam semuanya! eh, gimana mblo, masih sendiri malam ini? masih malam mingguan sama tivi nontonin chef juna? masih takut buka twitter dan facebook gara-gara takut diledek jomblo? masih ngga berani keluar rumah karena ngga siap mental liat orang-orang gandengan tangan? cep cep cep, cini, cini, aku kasih pukpuk, tinggal pilih mau pukpuk kandang atau pukpuk kompos? eh, itu mah pupuk deng.. #kriuk #garing #crunchy #crispy

sejujurnya saya sedikit heran sama orang yang punya pasangan, kenapa malam minggu itu identik dengan pacaran, ngapel, dan sejenisnya? it's so mainstream you know, malam minggu ngapel ke rumah pacar, terus jalan-jalan, terus nonton berdua, terus makan, terus minggu depannya begitu lagi, dan minggu depannya lagi, dan begitu terus sampai nikah. yah, atau ngga sampai putus. standar kan! kenapa malam minggunya ngga dipakai untuk kegiatan lain yang lebih bermanfaat. jaga lilin misalnya, terus pacarnya yang keliling. kan lumayan kalau dapet hasil, hasilnya bisa dipake buat modal nikah nanti.

tapi berhubung saya belum punya orang yang mau jagain lilin saya, sebagai gantinya malam minggu ini saya mau share cerita mistis yang terjadi di rumah saya. mungkin kalian bertanya-tanya, apa hubungannya malam minggu, jaga lilin, sama cerita mistis? jujur saya sendiri bingung dan bertanya-tanya, apa hubungannya???? tanyakan sajalah nanti pada inul yang bergoyang. 

cerita satu
saya akuin saya orangnya pemalas banget. mungkin kalau ada acara award sejenis piala oscar untuk kategori orang termalas, saya pasti dapet juara dua. juara satunya patrick star. kadang saya mikir mungkin saya adalah seekor kukang atau koala di kehidupan lalu, dan sifat malasnya masih kebawa sampai sekarang. efeknya, untuk sekedar beresin kamar pun rasanya.....euuhh.. kalau disuruh milih, buat saya mendingan jalan-jalan keliling Eropa gratis bareng Orlando Bloom daripada beresin kamar *yaiyalaaaa~*. makanya kamar saya kondisinya.. eerr, yah, berantakan.

dan pada suatu hari, perut saya kembali bernyanyi dengan merdunya, tanda anakonda di perut saya mulai ngamuk. pas banget di depan rumah ada tukang bakso lewat. langsung saya ke kamar, rogoh-rogoh tas nyari dompet. dan saat itulah keanehan terjadi. DOMPET MANA YA???? perasaan dompet saya taruh tas, ngga dibawa kemana-mana lagi. isi tas pun saya bongkar, saya keluarin semua isinya tapi dompet ngga ada. aduh, kemana yah?? saya cek isi kamar mulai dari kolong tempat tidur, lemari, rak buku, sampai semua tas saya cek tetep ngga ketemu. saya cek lagi di hati saya juga ngga ada, yang ada malah kamu #salahfokus. saya pun mulai panik. aaaaaaa. bukan masalah duitnya, isinya cuman 15ribu juga #bokek tapi KTP, KTM, dan kartu ATM ada disitu semua. kalau beneran hilang, kebayang ngurusnya lagi, duh, males geelaaaa... akhirnya saya pun ngadu ke mama kalau dompet saya hilang.

"ma, dompet aku ilang masa.."

"lah, kok bisa ilang? emang terakhir ditaro dimana?"

"terakhir taro ditas, tapi pas dicek ngga ada. sampai tasnya aku bongkar keluarin isinya tetep ngga ketemu.."

"masa sih? coba sini mama yang cari.."

mama saya pun masuk kamar, lalu beliau buka tas saya. dan saat beliau buka tas..... DOMPETNYA ADA NGEJOGROK DI DALEM. saya bengong. mulut saya mangap. saya joget gangnam style. KENAPA UJUG-UJUG ADA DISITU???? padahal isi tas udah saya keluarin semua dan dipastikan tadi isinya kosong, kenapa sekarang tiba-tiba ada disana??? lalu ucapan mama saya bikin saya sedikit merinding..

"yang punya kamar ini sebel kali, tempatnya ngga diberes-beresin, makanya barangnya diumpetin.."

saat itu juga langsung kamar saya sapu, saya pel, debu-debunya saya lap, pokoknya langsung saya beresin deh semuanya. ampun, ampun, ngga lagi deh.. *nurunin bulu kuduk yang berdiri*

cerita dua
kalau kejadian ini yang ngalamin kakak saya dua hari lalu. jadi malem-malem kurang tau jam berapa, pokoknya malem, kakak saya kebangun gara-gara denger suara cewe nangis. pertamanya dia kira itu suara tivi, tapi pas dicek tivi mati. suara radio juga bukan. suara ngorok saya apalagi. terus kakak saya langsung sok-sokan berdehem keras-keras, niatnya buat ngagetin atau ngusir mungkin. suara nangisnya ilang, tapi langsung ganti jadi suara cewe ketawa cekikikan. haiisshhh.. langsung kakak saya kabur bangunin mama minta temenin tidur.

yak, itu dia kejadian mistis yang terjadi di rumah saya. Alhamdulillah selama ini cuma ada kejadian itu aja, jarang ada yang aneh-aneh. jangan sampai ada lagi deh, apalagi sampai liat penampakan, hhiiii, Naudzubillah.. tapi kalau penampakannya laki-laki ganteng mirip David Archuleta bawa gitar sambil nyanyi depan jendela kamar sih ngga papa.. #ngarep.
Kamis, 27 September 2012

When my stomach sings..

*gelar karpet merah*
*lalu memasuki blog sambil melambaikan tangan ala artis dadah-dadah ke kamera di red carpet*
halo, halo, apa kabar nih semua? damang sadayana? sehat-sehatkah? semoga semua dalam keadaan sehat sentosa bahagia sejahtera ya, kalau ada yang sedang sakit semoga dikasih kesembuhan, yang jomblo semoga cepet dapet gebetan, yang pacaran semoga tetep awet sama cem-ceman, yang lagi LDR semoga cepet ketemuan, yang lagi berantem semoga cepet baikan, dan yang lagi kelaparan semoga dipertemukan dengan makanan. ayo ucapkan aamiin sama-sama, terutama untuk doa saya yang terakhir.

AAMIIN..

yah, tulisan ini saya buat dalam keadaan perut yang keroncongan, jadi kalau tiba-tiba tulisan di post ini kepotong atau ngga selesai, maklumin aja ya, mungkin netbuk saya udah habis saya cemilin. #NgunyahMouse

nah, okeh, hari ini hari kamis, dan setiap kamis sebulan sekali, rumah saya berubah fungsi menjadi posyandu. dan setiap hari rabu malam dan kamis paginya mama saya pasti sibuk nyiapin ini itu untuk keperluan posyandu, terutama nyiapin makanan selingan buat anak-anak yang nanti diperiksa dan buat kader-kadernya. kayak hari ini, pagi-pagi mama saya udah nyiapin makaroni skutel *saya ngga tau tulisan 'skutel'-nya gimana, itu deh pokoknya!*, gemblong, pisang goreng, dan pastel sehingga ngga ada waktu untuk nyiapin sarapan. maka mau ngga mau pagi ini perut cuma diisi sama gemblong satu, dan skutel beberapa iris.

menjelang siang, anak-anaknya udah mulai bubar dan mama saya mulai nyiapin makan siang buat para kader posyandunya. berhubung saya masih lacuk, belum mandi, masih beleleran iler, belekan, dan masih dasteran pula, saya lebih milih ngendog di kamar dulu daripada ikutan makan siang bareng. malu euy, takut juga kalau diantara para kader posyandu itu ternyata ada wartawan dan paparazi yang nyamar, terus ngambil foto saya dan nyebar foto saya yang lagi lacuk di media. apa kata fans-fans saya nanti??? *bagiin plastik buat yang mau muntah*.

setelah keadaan mulai keliatan sepi, baru saya keluar kamar. lalu saya ambil piring, buka tudung saji, dan saya kaget. kalau ini sinetron, mungkin piring yang saya pegang udah jatuh. yah, saya kaget karena eh karena piring lauknya ternyata udah pada kosong sodara-sodara! hiks. jadi kepikiran, andai dulu saya belajar debus atau kuda lumping, situasi kayak gini kan ngga perlu cemas, tinggal piringnya dikecapin campur nasi, kenyang. hiks hiks. untunglah sebelum saya bener-bener gerogotin piringnya, di dapur ternyata ada makanan sejuta umat. yap, tak lain dan bukan, indomie. ini ceritaku, apa ceritamu? #SeruputMiePolos

kalau dilihat dari cerita saya, ngga heran kan kalau perut saya sekarang nyanyi-nyanyi lagu waljinah a.k.a keroncongan, saya belum makan dari pagi ternyata! iya, perut saya asli Indonesia, jadi kalau belum ketemu nasi belum makan namanya, belum puas. ckckckckk.. makanya jangan heran kalau badan saya gemuk sehat berisi. hyahahaa.. hidup nasi!
Senin, 17 September 2012

It's Not a Good News, It's a Great News! *for me, at least*

oke, hari ini adalah salah satu hari penting buat saya. bukan, bukan karena hari ini hari ulang tahun saya, apalagi hari ulang tahun si dia. yah, hari ini penting karena hari ini adalah.... *backsound : suara drum, dung durung dung* 
hari pengumuman kelulusan saya. aaaaaaaa~

ah, tiba-tiba saya jadi keinget lagi 3 bulan melelahkan bin mati-matian bergelut dengan TA, gimana pengorbanan dan perjuangannya demi makhluk satu yang bernama Tugas Akhir itu. bolak balik dari kampus ke tempat riset, tidur malem bahkan kadang ngga tidur demi program, paper, atau power point. ngejar-ngejar dosen pembimbing buat bimbingan dan minta tanda tangan, berkali-kali ngeprint, revisi, lalu ngeprint lagi. saking banyaknya hasil revisi yang salah, mungkin kalau dikumpulin dan diloakin bisa buat jajan sepuasnya di indomaret terdekat.

terus keinget juga waktu saya sidang. dan pas sidang itu, aseli, groginya tingkat provinsi euy, apalagi waktu nunggu giliran saya dipanggil, aaa, berasa jantung mau brecetan. saking tegangnya, orang yang duduk di sebelah saya pun sampai negur, 'tegang amat mbak' katanya. yah, mungkin dia kasian liat muka saya yang saking tegangnya mirip ekspresi bocah laki-laki nunggu gilirannya disunat. dan efek samping dari tegang itu adalah waktu presentasi suara saya jadinya gemeteran, udah kayak suara orang lagi naik bajaj, geter-geter gitu deh.. huhu.. tapi untunglah, Alhamdulillah yah, dosen pengujinya baik hati dan tidak sombong *ngga tau deh rajin menabung atau ngga*, lama-lama groginya berkurang dan suara saya mulai normal lagi kayak suara Regina Idol. sidangnya pun Alhamdulillah, berjalan dengan baik biarpun sempet dibantai sama pertanyaan. tapi over all... lancar jaya! yeeeii! *sujud syukur* chibi chibi chibi, ha ha ha!

dan setelah cukup lama menunggu, akhirnya tibalah hari ini, hari pengumuman hasil sidangnya. hyaaaa, deg-degaaaaan, ngga sabar nunggunya, berasa nunggu VJ Daniel ngumumin siapa yang bakal keluar malam ini! awawaw! dan akhirnya dengan hati yang dag dig dug kayak hatinya personil blink, saya pun lihat hasil sidang saya. dan hasilnya..... jeng jeng jeng jeng!


saya diem dulu. kucek-kucek mata, mata saya masih bagus, belum rabun dan burem. saya tampar pipi saya, sakit. bukan mimpi. oke...
.
.

AAAAA, SAYA LULUS..!!!!!! GYAAAAA, GRADENYA AAAAAAA..!!!!! OOAAAAA!!!!! ALHAMDULILLAH..!!!!!!! *jingkrak-jingkrak, loncat-loncat, salto, kayang, joget gangnam style*

langsung buru-buru hasilnya saya kasih liat ke mamah saya. saat ngeliat hasilnya beliau tersenyum, kasih saya selamat, lalu peluk saya. ah, andai saya disuruh bikin patronus, saya yakin kenangan ini akan menghasilkan patronus paling terang yang bisa ngusir ratusan dementor. ngeliat orang tua saya bahagia, 10 kali lipat kebahagian buat saya. dan jadi alasan kebahagiaan mereka merupakan 100 kali lipat kebahagiaan buat saya. bahagia, karena akhirnya sebagai anak, ada sesuatu yang bisa saya lakukan untuk mereka. ada kebahagiaan yang bisa saya kasih untuk mereka. ternyata apa yang sudah saya lakukan selama ini ngga sia-sia.  perjuangan saya selama 3 bulan ke belakang pun jadi terlihat manis.

lalu saya hubungi teman-teman saya dan hasilnya... lulus semua! waoooo! uyeee! Alhamdulillah..  tisu mana nih tisu, aaaa...

selamat ya buat teman-teman seperjuangan yang udah lulus. berpelukan~ *big hug*. untuk yang belum, jangan sedih, jangan gundah, ada yang bilang, kalau satu pintu tertutup, berarti pintu yang lain terbuka untuk kita. masih ada kesempatan, tetap semangat ya, wish a truly bright future for us.. :)